09 December 2011

Hanya ingin tahu...apa yang terjadi bila aku tak pernah mengenalnya

Ketika kalian masih seorang bocah kecil pernah jugakah kalian bermimpi....tentang menjadi seorang putri atau pangeran dalam cerita dongeng? Mengkhayalkan terjadi semua cerita dongeng yang diceritakan oleh Ibumu sebelum tidur.....Tentang menjadi putri yang cantik bergaun indah atau pangeran gagah berkuda putih....yang saling jatuh cinta lalu akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya. Apakah kalian juga menyadari seperti itulah bayangan cinta yang pertama kali kalian kenal dan berharap akan menemukannya jika dewasa kelak?

Lalu kalian tumbuh menjadi remaja, cerita dongeng sebelum tidur tak lagi ingin kalian dengar. Karena mungkin seorang gadis/pemuda sekarang menjadi makhluk yang lebih menarik buatmu. Kalian berusaha mewujudkan cerita dongeng itu ke dunia remajamu, yang barangkali akan penuh puisi cinta atau lagu romantis. Tapi tak sedikit pula yang akan berakhir pedih yang akan membuatmu tenggelam dalam haru biru dan lagu cengeng penawar dukamu. Karena gagal mewujudkan dongeng indah itu, mungkin lalu kalian akan berpikir "ah....semua cewek itu racun" atau "ah...semua cowok itu buaya". Tapi setelah itu kalian tak pernah kapok untuk jatuh cinta lagi kan? Karena memang begitulah adanya.....hidup memang akan terus berlangsung......

Ingat chat dengan seorang sahabat kemaren, membicarakan tentang kisah cinta usangnya, ketika aku membantunya menuangkan masa lalunya menjadi sebuah catatan. Betapa aku dibuatnya tersentuh akan perjuangannya meraih kembali cintanya. Seorang sahabat yang sebelumnya hanya sempat aku kenal dengan pribadinya yang selalu riang, ternyata punya kisah cinta sesentimentil itu? Siapa yang pernah menyangka....... Tapi memang seperti itulah adanya, dongeng tentang indahnya cinta membuat semua orang berusaha mewujudkannya menjadi kisah cinta indah di dunia nyata.

Hidup terus berlanjut.....just memory, demikian sahabatku berkata padaku kemaren. Lalu aku melihat diriku, sejauh ini aku juga telah melanjutkan hidup. Tapi ada yang membuatku merasa tak seberani dia, karena aku tak pernah selalu punya keberanian untuk mengingat masa lalu. Bahkan apabila mungkin, aku berniat menghilangkan sepenggal fase masa lalu itu dalam perjalanan hidupku. Mungkin awalnya hanya karena aku tak mau diingatkan pada sosok diriku waktu lalu.....when I was so young and stupid, masa dimana aku bahkan tidak bisa membedakan antara menjadi setia atau seorang yang bodoh.

Aku berpikir, apa yang terjadi seandainya aku tak pernah mengenalnya? Barangkali masa SMA yang aku jalani dan hampir 5 tahun sesudahnya anggapanku tentang cinta masihlah tetap seperti dongeng klasik seorang putri dan pangeran yang menikah dan hidup bahagia selamanya. Lalu apabila aku tak pernah mengenalnya, akankah aku sekuat dan setegar sekarang dalam menghadapi beberapa kali kehilangan dan kekecewaan dalam usahaku menemukan cinta sejati? Sepertinya karena aku telah mengenalnya lah, aku jadi belajar bahwa cinta bukan sesuatu yang memabukkan yang boleh dijalani tanpa melibatkan logika dan hal yang rasional.

Memang perjalanan setiap orang tak sama, ada orang yang beruntung langsung mendapatkan kesempatan mewujudkan dongeng indah masa kecilnya ke dunia nyata, tapi ada juga yang harus berjuang terlebih dahulu demi mendapatkan episode terakhir yang didambakan itu. Mungkin aku dan sahabat yang aku ceritakan tadi harus mengalami bagian terpahit dari kisah cinta terlebih dahulu sebelum akhirnya sampai juga pada akhir cerita hidup bahagia selamanya itu. Seperti yang dikatakan sahabatku itu...."hidup terus berlanjut, just memory". Ya....apa salahnya kalau hanya mengenang, toh tak akan berpengaruh apa-apa lagi pada masa sekarang. Mungkin sekarang aku tak hanya tidak takut lagi untuk mengenang, tapi juga akan berkata......aku sudah tak lagi menyesal pernah mengenalnya.



(Trims buat salah satu sahabat terbaikku yang telah menginspirasiku berdamai dengan masa lalu)


posted by Nelya

No comments:

Post a Comment