18 December 2011

Gunung Kerinci dalam Kenanganku

Terinspirasi dari back ground blog kita yang dipilihkan oleh Kiwi yaitu Gunung Kerinci yang konon adalah guru terbaiknya dalam menemukan jati dirinya, sepertinya saya juga ingin ikut-ikutan menulis tentang Gunung yang bagi sebagian besar teman-teman saya sangat inspiratif ini. Walaupun tidak seperti Kiwi yang menemukan banyak filosofi tentang Gunung ini, namun dulu saya juga pernah terobsesi untuk menjejakkan kaki disana.

Sedikit bercerita tentang masa lalu ya....Waktu masih bersekolah di SMA dulu, karena sebagian besar teman-teman saya punya hobby berinteraksi dengan alam, sepertinya pengaruhnya juga berdampak pada diri saya. Sebenarnya saya bukan pencinta alam sejati, maklum.....saya tidak punya fisik yang kuat untuk jalan jauh (dan biasanya memang saya selalu jadi merepotkan teman seperjalanan, lalu biasanya mereka juga akan kapok ngajak saya ikut lagi hehe...), saya juga tidak terbiasa makan makanan ala Pramuka, dan kalau disuruh memilih saya lebih suka tidur di kasur empuk di kamar saya dari pada tidur di atas dedaunan beratapkan langit malam dan menjadi mangsa nyamuk. Yaaa...intinya saya bukan type gadis Pramuka atau gadis petualang lah....

Tapi dulu saya punya keinginan yang sangat kuat ingin mendaki Gunung Kerinci, waktu itu saya cuma terpikir mumpung ada kesempatan kenapa tidak saya manfaatkan. Dulu sih berpikirnya buat dibanggakan di masa depan, kan kedengerannya keren kalau pernah sanggup mendaki Gunung tertinggi di Sumatra itu. Hehe...sampai sekarangpun saya selalu berhasil membuat 'teman-teman kota' saya terkagum-kagum kalau saya ceritakan pernah mendaki Gunung Kerinci.

Sebenarnya saya ingin bercerita lebih rinci, tapi ingatan saya dalam mengingat suatu peristiwa kayaknya payah.....kalau saja ada foto yang bisa saya lihat mungkin bisa ingat dengan siapa saja waktu itu saya pergi, tapi sayang koleksi foto-foto jadul saya tinggalkan di kampung halaman. Ah...coba journal saya zaman dulu masih ada pasti banyak hal yang bisa saya copy paste untuk dimuat di blog dimana data peristiwanya bisa sangat akurat, tapi sayang karena suatu tragedi yang terjadi dalam hidup saya, journal yang rajin saya tulis selama SMA terpaksa saya bumi hanguskan...haha...

Pertama kali ikut mendaki Gunung Kerinci bersama teman-teman waktu kelas dua SMA. Kalau tidak salah ingat sepertinya waktu itu yang pergi rombongannya cukup rame, tapi karena keterbatasan saya yang tidak sanggup jalan cepat akhirnya saya dan beberapa orang teman yang terpaksa berkorban menemani saya jadi tertinggal dari rombongan besar tadi. Bisa dibilang percobaan saya pertama kali ikut mendaki ini tidak berjalan sukses, walaupun akhirnya berhasil sampai juga di shelter 3 tapi membutuhkan waktu dua kali lebih lama dari perjalanan orang kebanyakan.

Sepulangnya dari ekspedisi yang tidak terlalu sukses itu, sejenak saya bisa melupakan obsesi saya pergi mendaki. Bayangan Ibu saya yang murka karena akhirnya alasan saya kabur beberapa hari dari rumah ternyata bukan karena nginap di rumah teman terbongkar, serta kaki yang saking pegelnya setelah 3 hari baru bisa dipakai jalan normal lagi sempat membuat saya kapok untuk sementara waktu.

Tapi rasa penasaran masih tersimpan di hati saya, walaupun sudah berhasil menginjakkan kaki di shelter 3, saya masih belum puas karena belum berhasil melihat cadas dan kawah. Akhirnya waktu kelas 3 SMA dapat kesempatan lagi diajak pergi mendaki Gunung Kerinci ini ( hihihi....bersyukur banget ada yang ngajak, karena kalau minta ikut pasti tidak ada yang sudi bawa saya dalam rombongannya ). Kali ini rombongan yang pergi lebih sedikit, cuma beberapa orang teman dekat saya saja. Saya bertekad kesempatan kedua ini akan saya manfaatkan semaksimal mungkin agar bisa melihat kawah dari dekat. Berkat tekad yang kuat dan teman-teman seperjalanan yang menyenangkan dan sangat menyemangati akhirnya pada pendakian kedua ini saya berhasil melihat kawah dengan mata kepala saya sendiri. Waaaaah....tidak percaya rasanya pemandangan indah yang sebelumnya cuma saya lihat dari foto-foto teman-teman akhirnya bisa saya saksikan sendiri.

Mungkin saya bukan gadis Pramuka atau gadis petualang, mungkin tak banyak juga pelajaran tentang hidup yang saya punguti dari alam dan sebuah perjalanan. Sampai sekarangpun saya belum bisa memahami kenapa shelter 3 pernah menjadi tempat ternyaman bagi teman saya Kiwi. Tapi yang sangat saya sadari pada momen sebuah perjalananlah sebuah kesetiakawanan diuji, dan terbukti benar....teman-teman seperjalanan inilah yang pernah menjadi sahabat-sahabat terbaik saya.

Demikian sekelumit catatan perjalanan saya zaman dulu yang berhasil saya ingat dengan susah payah. Tidak seru memang....karena memang tertuang dari pikiran saya yang minim imajinasi tentang alam. Saya berharap tema serupa bisa kita dengar dari teman-teman lain yang petualangan mendaki Gunung Kerincinya lebih seru dari pada saya......semoga setelah ini ada yang terinspirasi menulis juga........

posted by Nelya

No comments:

Post a Comment