27 January 2012

Cerita Laluku

Kata orang aku orangnya pendiam, feminim, pemalu ( tapi nggak malu–maluin kayak PATTAYA lho ya he..he ). Tapi.... aku ngerasa aku nggak terlalu pendiam, terbukti dimana aku berada Alhamdulillah aku selalu bisa diterima dan malahan ada yg bilang aku humoris.

Semenjak SD aku nggak pernah pilih–pilih teman termasuk yg mukanya hancur kayak PATTAYA hehe...malah ia masih eksis jadi temanku sampe sekarang. Untuk urusan lope-lope aku termasuk yang kuper... sampe ada teman yang nanya arti PORNO aku nggak tahu. Ehm..ehm..namun dari SD ada juga sich penggemar yang ngirim surat yang katanya surat cinta, tapi aku nggak ngerti malahan kalau sudah terima surat badanku gemetar ketakutan...... hiks..hiks (emang aku sangat polos) karena aku terbiasa main dengan teman cowok.

Di SDku kami semua sangat kompak, baik cewek maupun cowok selalu berbaur, nggak milih mau main ala cowok or ala cewek kami sich oke-oke aja, nggak kayak anak sekarang sudah pada malu-malu kucing.....

Tamat SD aku masuk SMP dengan sistem Rayon, dengan berat hati terpaksa aku ikuti dengan harapan bisa cocok di SMP ini. Tapi emang dari awal aku nggak suka ditambah lagi harus satu kelas sama mahkluk yang namanya PATTAYA cukup dech penderitaanku hiks..hiks. Maka aku minta pindah, tapi sekolah nggak mau ijinkan. Nah aku pasang aksi nggak masuk sekolah 4 hari, akhirnya aku diijinkan juga angkat kaki dari SMP tersebut. Dan PATTAYA nggak mau kalah, dia minta pindah juga... mungkin kecewa karena aku pindah...he...he..( ge-er )

Di SMP baru aku di terima di kelas 1E, sebagai anak baru aku tergolong biasa-biasa aja. Waktu itu kalau nggak salah sekelas sama Imoon, Dekki, dan Meri (di grup ini). Yang bisa kuingat bersama temanku Meri Aprida kalau malam Minggu kami sering gantian nginap, kadang Meri nginap di rumahku atau aku nginap di rumah Meri wow..seru..

Semula aku yang dibilang feminim, nah mulai kelas 2 SMP aku baru menyadari, ternyata teman-temanku banyakan cowok dari pada cewek, sampai-sampai olah raga cowok seperti main bola aku bisa. Sebenarnya dari SD aku emang sudah suka olah raga, sampe aku kenal dengan ISIL dan SOFA dari sekolah lain berkat kegiatan olah raga. Sampai sekarang aku masih aktif di olah raga dan yang gilanya aku termasuk pemain Futsal untuk tim cewek di kantor suamiku.. ...

Nah walaupun waktu SMP aku mulai rada-rada tomboy, tapi aku juga mulai ada lope-lope sama anak SMP lain....tapi nggak lama karena dia selingkuh sama adik kelasnya. Lalu aku jadian lagi sama cowok, yang juga dari SMP yang sama dengan mantan cowokku, dan bertahan sampe aku SMA. Yang lucunya.... karena nama pacarku sama dengan nama pacar anak SMA lain, malah aku dicurigai ngambil pacarnya, ini aku tahu dari Alm Nelli Elpita... aku ngikik aja, wong namanya aja yg sama. Nah hubungan ini juga nggk bertahan lama akhirnya bubar lagi...

Oh ya di SMA aku di kelas 1E sekelas sama mahkluk-makhluk aneh tapi menyenangkan... dan lagi-lagi ada PATTAYA di sana huuuu bosan... pisss Bro. Di SMA ini nggak ada yang tahu aku jadian sama kakak kelas 3 Budaya, yang selalu buatin aku gambar, sampai-sampai bikin si Wiwin keki, karena gambarku selalu dapat nilai B+ dari Pak Hermansyah. WIWIN bilang yang nilainya selalu B jadi perwakilan menggambar untuk classmeeting, wow aku takut juga waktu itu...semoga Wiwin hanya bercanda ha...ha..haa

Nah demi sebuah cita-cita, aku terpaksa pindah ke SPK dan sekaligus menghapus rasa bosanku yang harus berkali–kali satu kelas sama PATTAYA dan DEKKI .....hi..hi.. Tapi kenangan sama mereka banyak juga... diantaranya aku satu-satunya cewek yang ikut ke rumah Pak Khairul ngatar kue ultah dan anehnya juga di saat kepindahanku hampir semua teman cowok di kelas 1E pada datang ke rumah tanpa satupun teman cewek.. Ini yang membuat ortuku heran sekaligus khawatir... tapi aku cuma tertawa aja...

Ada lagi kejadian lucu, waktu kegiatan pramuka di Kumun, aku pernah di interogasi dengan pertanyaan-pertanyaan oleh teman cewek di kemah, intinya mereka curiga dengan keakrabanku dengan RINO. Padahal aku dengan teman-teman cowok yang lain juga dekat, ternyata setelah dengar info diantara teman cewek rupanya ada yang lagi naksir sama RINO. Aku sich cuek aja mau dicurigai, karena dari dulu aku selalu berprinsip teman tetap teman nggak akan merubah status, makanya aku selalu pacaran sama orang luar dan nggak satupun temanku tahu aku jadian sama kakak kelas 3 budaya.......

(sesuai permintaan bu Admin, yg minta cerita Henny jo ARIS PATTAYA. Nah terjawab kan he..he )

posted by Henny Gustianti

A FAIRY TALE ABOUT FRIENDSHIP

Pernah suatu ketika seorang teman heran pada kebiasaanku dalam mengingat hal yang remeh-temeh. Salah satunya tentang ingatanku tahun berapa sebuah lagu di populerkan. Waktu itu aku bisa menyebutkan dengan yakin pada temanku itu kalau Album DEWA ‘ Bintang Lima’ populer di pertengahan tahun 2000, lagu Terbang dari The Fly juga populer di tahun 2000, lagu Kasih Tak Sampai di populerkan Padi tahun 2001, lagu Janjiku dari GIGI populer tahun 1995, dan seterusnya. Temanku waktu itu berkomentar, “Iseng banget sih mengingat hal-hal ga penting kayak gitu”. Sebenarnya bukan karena iseng aku mengingat hal-hal yang menurut temanku tidak penting itu, tapi jadi ingat karena ada peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hidupku yang secara tak langsung terjadi pada rentang waktu bersamaan dengan lagu-lagu tersebut.

Lagu-lagu yang kuanggap punya arti khusus dalam kehidupanku itu rajin aku cari lagi di internet, aku dengarkan lagi saat kangen masa lalu. Tapi ada sebuah lagu yang karena di masa lalu tidak terlalu hits, sejak lama aku cari tapi belum aku temukan juga. Lagu ini sering aku dengarkan di putar di radio favoriteku belasan tahun yang lalu, kala aku masih sangat muda… waktu duduk di bangku SMA. Aku ingat lagu ini paling sering diputar kalau yang lagi siaran seorang penyiar bersuara sejuk…yang belakangan hari aku tahu bernama asli ‘Mr.D’.

Tanpa bermaksud sengaja mencari lagi iseng masih aku ketik Perpisahan by Kaisar di stafa band, link tempat aku sering download lagu gratis. What a surprise……akhirnya lagu itu ada di link tersebut dan lihat di status halamannya aku adalah pengunjung kedua di halaman lagu itu. Lagunya langsung aku download dan tak sabar ingin dengarkan lagi. Sebenarnya ini hanya lagu biasa, musiknya juga biasa seperti lazimnya trend musik pada waktu itu….awal tahun 90-an. Dulu juga mungkin liriknya yang aku suka, mewakili perasaan haru biruku saat harus melepas keakraban yang baru terjalin dengan para sahabatku waktu SMA. Agar kalian memahami perasaanku tentang lagu ini, aku tuliskan saja liriknya ya…..

Hari itu siang berubah malam semua membisu
Lagu-lagu telah siap mengiringi perpisahan
Mobil berparkir mesin pun menjadi dingin

Kau, dia dan mereka tertutup remang tiada tahu
Aku terisak membawakan lagu itu
Bukan karna membludaknya asap rokok dan keangkuhannya

Datangnya keakraban disimpang perpisahan
Di saat mata terbendung dan terjadi hujan
Menambah merelakan tuk berpisah
Berat kata sampai jumpa
Namun semua itu kejadian yang wajar…

Semua tiada pernah kan terulang
Hanya terlintas khayalan
Namun semua itu kejadian yang wajar…

Berpeganglah hangat disaat kau pikirkan
Kau pikir kebencian
Berpeluklah dan saling berpeluklah
Diatas bahumu itu, perpisahan…

Datangnya keakraban disimpang perpisahan
Disaat mata terbendung dan terjadi hujan
Diantara kita hanya merasakan keakraban sampai berpisah
Kau katakan jangan lupakan, jangan lupakan aku

Esoknya semua itu pun harus terjadi
Udara tlah segar baju tlah bersih siap memori
Dinding pun membisu, dan semua siap berlalu


MY GANK “MEDUSA”

Dulu semasa di SMA aku punya gank yang kami namai “Medusa”. Anggotanya sembilan orang cewek…aku, Dessy Hastiwardhani/Cici, Dewi Rika Susanti/Cik, Herlina, Rina Sustrina, Silvia Yunita, Yessi Nirmala Dewi, Eva Marlina dan Leni Suswita . Seingatku aku yang namai gank kami demikian, terinspirasi dari nama tokoh dalam mitologi Yunani seorang wanita cantik berambut ular, siapapun yang menatap langsung pada matanya akan berubah menjadi batu. Menyeramkan ya filosofinya…hehe…waktu itu cuma untuk melukiskan gank kami beranggotakan cewek-cewek yang semuanya bertubuh mungil namun bisa mematikan (mematikan disini bukan dalam konteks berbahaya tentunya…..hanya sebagai filosofi waktu itu agar cowok-cowok iseng jangan coba-coba macam-macam terhadap anggota gank kami).

Sebagian anggota gank ku ini sudah menjadi sahabatku sejak dari SMP…Yessi, Ilin, Sil, Eva dan Leni adalah sahabat-sahabat yang aku kenal dari kelas 2 SMP sejak aku pindah ke SMP 1. Sementara Cik Santi adalah sahabatku sepanjang masa…kami sudah bersahabat dari zaman kami masih sama-sama imut-imut kelas 1 SD di SD 5, sampai sekarang Alhamdulillah persahabatan itu tidak pernah berakhir (Aku selalu bersyukur Tuhan selalu memberikan orang-orang baik di sekelilingku). Rina dan Cici jadi akrab denganku sejak pertama kali kami kenal karena sekelas di kelas 1B SMA 1.

Sepulang sekolah aku dan gank ku suka keluyuran, kadang tidak jelas aktifitasnya…. sekedar iseng ngiderin pusat keramaian ataupun cuma makan bakso. Yang penting kebersamaan, itu motto kami dulu. Yang paling sering kami jadikan markas buat mangkal adalah di rumah Rina, karena posisi rumah Rina cukup strategis di pinggir jalan raya sehingga enak buat memperhatikan orang-orang yang lewat dari lantai dua rumahnya tanpa terlihat oleh orang-orang yang kami perhatikan. Paling sering juga menginap bersama di rumah Rina atau di rumah Cici, menginap bersama biasanya seru karena selalu kami pakai buat ajang saling curhat dan saling buka rahasia tentang cowok yang saat itu lagi dekat dengan kami.

Selain itu hal yang paling sering kami lakukan bersama adalah jalan-jalan. Semua objek wisata di Kerinci sudah jadi agenda perjalanan kami, yang pelan-pelan kami wujudkan dengan memanfaatkan bantuan beberapa teman-teman cowok. Aang Nurdin dan Eka Mahendra selalu jadi pilihan pertama saat kami memerlukan pengawal dalam missi jalan-jalan kami. Dua nama itu sahabat cowok terfavorite kami karena kami anggap paling baik dan paling pengertian sama teman cewek. Sedangkan untuk missi jalan-jalan yang lebih beresiko karena medan yang cukup berat dan mengharuskan ada acara kemping di lokasi, kami biasanya melibatkan lebih banyak angota gank cowok yang terkenal solid dan punya rasa setia kawan cukup tinggi yang dulu sering bermarkas di rumah Afrizal Satrianto/Aris.


MY BIGGER GANK “GPL”

Berawal dari kemping bareng dengan gank teman-teman cowok itu, akhirnya tercipta kemistri dengan para anggota gank cowok ini. Gank ini anggotanya asyik-asyik, doyan bercanda dan sangat setia kawan. Bagi teman-teman yang pernah ikut acara kemping tentu bisa memahami bagaimana keakraban yang tercipta sehabis pulang kemping, mungkin itu yang membuat kami (khususnya yang aku rasakan) jadi lebih mengenal dan lebih akrab dengan teman-teman cowok di gank ini.

Lalu ada wacana dari gank cowok ini meresmikan ganknya menjadi lebih terorganisir. Gita ‘P’ Lentera disingkat GPL dipilih sebagai nama gank, Edi ‘Sawor’ Sahrul diangkat sebagai ketua lalu Juli Hendriko jadi bendahara gank. Gank ku Medusa meleburkan diri dengan gank GPL ini karena gank kami memang ada persamaan missi dan visi dengan gank baru ini, tak lain dan tak bukan yaitu….jalan-jalan. Seperti yang sudah kami prediksi sebelumnya, masa depan acara jalan-jalan dan kemping kami selanjutnya jadi lebih cerah dan lancar berkat gabung di gank ini.

Dari sini jugalah aku jadi memiliki sahabat-sahabat cowok yang tak tergantikan posisinya di hatiku, selain sang ketua Edi ‘Sawor’ Sahrul, sang bendahara Juli Hendriko dan si pembuat logo GPL Nugra Heri, ada Afrizal Satrianto/Aris, Robby Wijaya, Novi Eka Saputra/Abang, Dekki Yudi Candra, Eka Mahendra, Aang Nurdin, Rivi Hamdani, Febrino Satria Utama, Budi Rianto, Zaini Mardiandra, dan nama-nama lainnya yang bakal panjang apabila aku sebutkan satu persatu disini.


THE DAY WE WENT AWAY

17 Mei 1995 hari yang aku ingat sebagai hari kelulusan kami dari SMA. Hari itu semua wajah yang aku temui di sekolah terlihat begitu bahagia. Setelah dapat kepastian tentang kelulusan kami masing-masing, aksi corat-coret dimulai. Seragam putih abu-abu kami pun jadi penuh dengan graffiti yang akan kami simpan sebagai memori. Selanjutnya kami long march dari sekolah ke Bukit Sentiong sambil mengabadikan momen bahagia itu dengan foto-foto bersama. Hari itu pertama kalinya aku merasa kekompakan yang terjalin diantara semua teman satu angkatan, tapi sayang keakraban itu justru baru terjadi setelah bayang-bayang perpisahan semakin dekat.

Setelah hari itu, hari-hari selanjutnya terasa berjalan semakin cepat buatku. Lagu Perpisahannya Kaisar yang aku kutip di awal cerita diatas masih sering aku dengar diputar di radio, tapi di telingaku lagu ini justru berubah menjadi lagu sendu….ibarat sebuah lagu pengantar ke pemakaman. Mungkin juga lagu ini telah mengiringi aku mengubur masa lalu.

Kenyataan bahwa masa-masa indah di SMA sudah berakhir pertama kalinya aku sadari saat beberapa hari setelah momen corat-coret itu Cici meninggalkan Kerinci. Hari perpisahan dengan Cici sangat mengharukan buatku. Pagi-pagi aku dan gank ku sudah berkumpul di rumahnya, membantu Cici membenahi barang-barang yang akan dibawanya pergi. Walaupun telah saling berjanji tak akan larut dalam kesedihan karena kami akan berjumpa lagi di Jogja, tapi tetap hari itu menjadi hari yang mengharukan. Lagu Good Bye nya Air Supply yang sedang hits saat itu diputar Cici sepanjang dia berkemas. Lalu saat dia melambai dari jendela mobil meninggalkan kami….mataku berkaca-kaca dan aku melanggar janjiku padanya…..air mata kesedihanku mengiringi kepergiannya.

Beberapa waktu aku dan gank ku masih berkumpul bersama, tapi tak terasa sama lagi tanpa kehadiran Cici….terasa ada yang hilang yang membuat suasana jadi terasa hampa. Lalu tak lama aku juga harus berkemas pergi dari Kerinci, aku berencana melanjutkan kuliah di Jogja. Yessi, Ilin, Sil, Eva dan Rina sudah duluan meninggalkan Kerinci, mereka berencana menghabiskan beberapa waktu di Padang bersama, menginap di rumah Ilin. Aku berjanji akan menemui mereka di Padang, karena aku akan berangkat ke Jogja via Padang.

Kepergianku meninggalkan Kerinci hanya dilepas oleh dua sahabatku Cik Santi dan Leni. "Pulanglah setiap kali liburan panjang ya Nel….” pinta kedua sahabatku waktu itu. Aku mengangguk…melambaikan tangan…dan terisak diam-diam dalam perjalananku Kerinci-Padang.


THEY STILL MY BEST FRIENDS

Tahun-tahun pertama kuliah di Jogja aku masih sangat merindukan sahabat-sahabat SMAku. Jadi sering iri dengar cerita mereka jadi makin akrab karena sebagian dari mereka kuliah dan tinggal satu kota lagi yaitu di Padang. Tapi aku terhibur karena seorang sahabat masih bersamaku di Jogja, Cici. Hobby jalan-jalan kembali aku lakukan berdua Cici. Kadang cuma naik motor berdua menyusuri jalan-jalan di Jogja, jalan kaki di keramaian Malioboro, atau menunggu datangnya sunset di Parang Tritis.

Pernah hobby jalan-jalan kami sudah tak terbendung lagi, akhirnya kami lampiaskan dengan ekspedisi naik Gunung Lawu berempat.....aku, Cici, Rahmat adiknya Cici dan Wawan adik kelasku waktu di SMA. Pernah juga kami berempat pergi ke Surabaya trus ke Malang lalu selanjutnya meneruskan perjalanan kemping di Gunung Bromo. Nekat....itu yang terpikirkan olehku sekarang kalau ingat kelakuanku di masa muda.

Di Jogja aku sempat satu kost sama Media Rosya, dulu di SMA aku tidak terlalu akrab dengannya selain karena tidak pernah sekelas juga karena dia anak rumahan sedang aku anak jalanan hehehe.... Berkesempatan mengenal Medi lebih dekat membuat aku jadi bersahabat dengannya. Ternyata Medi juga suka jalan-jalan, beberapa kali aku sempat pergi ke beberapa tempat di Jawa bersama Medi dan teman-temanku yang lain. Selain Medi ada juga teman-teman satu SMA lainnya yaitu Elvi Nofrita, Elvi Susanti, Renti Maryeni dan Kharmila Sari yang sempat menjadi bagian dari kisahku di Jogja.

Aku dapat kabar kalau sahabat SMAku Aris waktu itu menetap di Bandung. Kebetulan teman kost ku sering ke Bandung mengunjungi kakaknya yang tinggal di Lembang, jadi aku langsung mengiyakan ketika temanku menawari menemaninya ke Bandung. Di Bandung aku ketemu lagi dengan Aris dan juga Papal seorang sahabat yang dulunya sekolah di SMA PGRI. Aris dan Papal menemaniku menyusuri kota Bandung. Karena iseng dan sok berjiwa petualang, kawah Tangkuban Parahu yang seharusnya bisa didatangi dengan naik mobil dengan nyaman malah kami tempuh dengan jalan kaki selama 5 jam menempuh pepohonan dan semak belukar. Tapi justru jadi sangat berkesan.....thanks Sobat, you're the best. Lalu ketemu Aris lagi waktu gantian dia yang berkunjung ke Jogja. Malioboro, Borobudur, Kaliurang dan Parang Tritis di waktu malam paket wisata buat Aris waktu itu. It's a great time......

Kunjungan selanjutnya oleh seorang sahabat yang waktu itu menetap di Jakarta, Aang. Aang memilih mengunjungi Prambanan dan memandang keindahan Parang Tritis dari ketinggian bukit di pinggir pantai. Mengesankan......

Next...Robby. Seru bila mengingat tentang perjalanan menemani Robby menyusuri Jogja. Dimulai saat kira-kira sudah lewat dari jam 9 malam dia menelponku ke kostku, "Nel, aku udah di Jogja, sekarang aku di stasiun."
"Bi, udah malam...aku ga mungkin ke sana sekarang juga. Besok aja pagi-pagi aku datang ya....sekarang cari aja penginapan dulu. Keluarlah dulu dari stasiun, lalu jalan ke arah kiri....ga jauh ntar ketemu jalan Malioboro. Banyak penginapan di belakang Malioboro tapi jangan ke kanan jalan Malioboro ya....terus saja ke kiri jalan....jangan lupa ya Bi, jangan yang di kanan," begitu aku mewanti-wanti Robby.

Besok paginya aku dan Cici menemui Robby di penginapan, dan kekhawatiranku semalam terjadi, benar ternyata Robby salah nyari lokasi penginapan hiks....( bagi kalian yang tidak asing dengan Jogja tentu tau tempat apa di belakang Malioboro sebelah kanan kalau dari arah Stasiun Tugu hehehe.... ).

Karena Cici berhasil dapat pinjaman mobil dari sepupunya, paket wisata buat Robby bisa dikebut banyak lokasi dalam sehari. Robby yang baru pertama kali ke Jogja kami paksa nyetir dengan dipandu oleh kami berdua. 'Robby adventure trip' berakhir mengesankan dengan menghabiskan malam di Alun-Alun Selatan bersama Robby dan Cici. Mencoba tradisi setempat melewati kedua beringin besar yang berdiri di tengah lapangan dengan mata tertutup kain hitam. Pas giliranku memakai penutup mata mereka memanduku melenceng jauh dari beringin ke arah gawang sepak bola. Huuuuh....aku dikerjai, tapi aku senang melihat kedua sahabatku tertawa lepas....bahagia.

Berikutnya dapat kunjungan sahabat yang tinggal di Bandung....Papal. Papal semasa di Kerinci dulu berteman cukup akrab dengan 'Mr.D'. Jadi dalam rangka menemani Papal jalan-jalan, aku dan Cici mengajak 'Mr.D' ikut. "Hemmmm....kesempatan neh," pikirku waktu itu.....soalnya waktu itu aku lagi naksir-naksirnya sama 'Mr.D' hahaha.....norak ya aku? Untung Cici dan Papal tidak curiga sedikitpun mengenai akal bulusku mengikut sertakan 'Mr.D' dalam perjalanan wisata kami. Papal kami ajak jalan ke sebuah pantai di daerah Kulon Progo (lupa nama pantainya) lalu kemudian menghabiskan waktu di keramaian Jogja.

Pertemuanku dengan Sawor di Jogja beda dengan teman-teman lainnya yang memang sengaja datang berkunjung. Waktu itu Sawor kerja di Jogja setelah sekian lama berlayar ke berbagai negara. Sawor sering datang ngobrol ke kostku lalu sesekali aku temani dia jalan-jalan mengenal kota Jogja. Waktu itu aku merasa senang menemukan satu lagi sahabat lamaku. Tapi sayang Sawor tidak lama bekerja di Jogja karena sesudahnya dia kembali dengan pelayarannya mengarungi samudra dan mengunjungi berbagai negara.

Di tahun terakhir aku di Jogja masih ada seorang sahabat lagi yang mengunjungiku dari Jakarta tempat tinggalnya saat itu yaitu Eka Jidin. Aku sempat mengajaknya menyusuri jalan-jalan di Jogja (sebagian lagi karena nyasar hehe…). Sempat ngobrol dengannya di Alun-Alun Utara, duduk lesehan berdua sambil minum wedang rondhe dan jagung bakar. Sebenarnya aku baru pertama kali ke tempat itu, karena Alun-Alun Utara di waktu malam memang terkenal lebih sering dipakai sebagai tempat ngobrol pasangan yang sedang dimabuk asmara. Karena selama di Jogja aku tidak punya cowok jadi tempat itu memang belum pernah berani aku kunjungi. Bukan karena tengah dimabuk asmara dengan Eka sebenarnya aku mengajak dia ke tempat itu, tapi memang cuma karena penasaran saja karena belum pernah nongkrong di sana. Dan ternyata benar….nongkrong makan jagung bakar di Alun-Alun Utara bisa memberikan nuansa romantis juga…hehe

Begitu sekelumit kisahku tentang para sahabatku. Satu hal yang aku tahu dengan pasti saat itu, walaupun aku jauh dari mereka, aku tak pernah merasa benar-benar dilupakan....because they still my best friends.

IT'S NEVER BEEN THE SAME

Kala itu....lima tahun berlalu sejak hari kelulusan kami dari SMA, buat sebagian temanku banyak hal yang bisa terjadi dalam waktu 6 tahun. Sebagian dari mereka menikah, punya anak…..hari-hari sebagai remaja berubah menjadi kehidupan baru…kehidupan berkeluarga. Seingatku Yessi yang pertama kali menikah, aku ingat saat liburan kuliah aku berkunjung ke rumahnya menengok bayi lucu nya yang baru lahir. Lalu mungkin berikutnya Eva, tapi karena dia pindah tempat tinggal di kota lain, aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Begitu juga dengan Sil, kudengar beritanya dia bekerja di kota lain dan barangkali juga sudah berkeluarga di sana. Lalu berturut-turut Cik Santi menikah lalu pindah ke Jakarta ikut suaminya, lalu Leni dan barangkali Cici ( karena sejak Cici lulus kuliah dan pindah ke Jakarta aku jarang bertukar kabar dengannya).

Dalam fase kehidupan, aku agak sedikit tertinggal dari mereka…aku juga selalu merasa alur kehidupanku bergerak maju dengan sangat lambat. Setamat kuliah aku sempat pulang ke Kerinci….sahabat masa lalu hanya Ilin yang tersisa (karena Ilin masih single cuma Ilin yang masih bisa diajak maen). Teman-teman yang lain juga seperti lenyap di telan bumi…tak jelas rimbanya, mungkin sebagian dari mereka memilih merantau ke kota lain.

Lalu aku merantau ke Jakarta, di tahun-tahun pertama aku masih bertemu Cik Santi dan Cici. Masih sempat beberapa kali hang out dengan Budi Rianto dan Eka Jidin. Tapi setelah itu arti persahabatan kami menjadi samar buatku. Barangkali kondisi dan situasinya sudah tidak sama lagi seperti dulu…..kesibukan kami masing-masing menghapus jejak-jejak kebersamaan kami yang tertinggal.

Saat itu aku membuat teori baru tentang persahabatan…barangkali memang persahabatan itu seperti itu, persahabatan itu hanya ada karena kebersamaan. Beberapa teman sempat menyangkal teoriku ini….tapi entahlah, benar atau tidak pendapatku ini. Selain itu kesibukan bekerja yang mengharuskan aku berangkat sangat pagi dan pulang diatas jam 9 malam membuatku sudah tidak punya waktu banyak untuk komunikasi dengan orang lain selain teman sekantor dan lingkungan kerja. Aku merasa menjadi orang yang egois, mungkin teman-temanku juga ada yang berpendapat aku berubah menjadi orang yang tak peduli.

Tapi kerinduan akan masa lalu beberapa tahun belakangan ini kembali menyeruak dalam pikiranku. Aku sadari betapa banyak hal-hal yang sudah aku lupakan. Rentetan peristiwa yang seharusnya terekam rapi dalam ingatanku sekarang seakan-akan bermunculan acak dari kepalaku. Betapa aku sudah banyak melupakan mereka……..

Teknologi adalah jembatan buatku menyapa kembali masa lalu….alangkah bahagianya bisa menemukan kembali orang-orang di masa lalu yang berhasil berkumpul dan saling menyapa, salah satunya di group FB ini dan satu group lainnya yang anggotanya lebih sedikit. Tak hanya itu, aku mungkin menemukan beberapa sahabat baru. Teman-teman yang di masa lalu belum sempat kenal dan saling menyapa, sekarang malah jadi ngobrol dan berbagi cerita.

Mungkin inilah saatnya aku merevisi kembali teoriku tentang persahabatan…..walaupun tak ada hal yang akan selalu tetap sama……tapi persahabatan akan selalu ada apabila kita mengingat dan memupuknya.

Posted By Nelya

My Untold Love Story IV (Tentang Seorang Sahabat)

Wondering and like everybody else
Visualizing a sign
Trials and errors still abide
Just hope that it won't hurt too bad

Wait and see feed this patience on my mind
Leave it there until he comes
Cause someone's out there I believe
Has a missing piece of my heart

( Only love by Anggun )

Kehidupan...begitu pula cinta ibarat puzzle, berserakan di hadapan kita dalam bentuk kepingan-kepingan. Ada yang mampu menyelesaikan kepingan-kepingan itu menjadi gambar utuh dalam usia muda, ada juga yang harus mencoba-coba menyatukan kepingan-kepingan itu berkali-kali karena selalu saja gagal menemukan kepingan yang pas. Dan aku.....termasuk kategori yang kedua.

Menyambung ceritaku terdahulu....tentang perasaanku menyukai seseorang yang tak terungkapkan. Apakah saat itu aku menderita....? Aduh, sudah pasti jawabannya iya......kalau disuruh memilih lebih baik diputus cinta 10 kali dari pada menyukai seseorang tanpa bisa berbuat apa-apa selain menunggu dan berharap orang itu juga punya perasaan yang sama....hiks....hiks ( hohoho...lebaaay....).

Tapi perasaan begini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, begitu pikirku saat itu. Ibarat puzzle mungkin dia memang bukan kepingan yang pas buat kepingan jiwaku, jadi....I let it go....

Tapi melepaskan perasaan tak diundang begini tidak segampang membalikkan telapak tangan......Untung ada momen yang pas buatku untuk mengusahakan menghapus rasa memalukan ini. Lagi-lagi tips dari temanku yang bijak, kesempatan yang benar-benar paling akhir untuk menemukan pasangan adalah di tempat KKN. Yaaa....mudah-mudahan saja kali ini aku berhasil.

Jadi aku KKN di sebuah desa selama 2 bulan, tinggal satu rumah bertujuh : 3 cewek, 4 cowok. Karena siang malam bersama-sama, kami bertujuh jadi benar-benar kompak seperti saudara saja layaknya. Selepas KKN pun kami masih tetap kompak, selalu menyempatkan diri untuk kumpul-kumpul lagi. Dua dari teman KKN ku yang cowok karena masih jomblo sering main ke kostku, karena sudah sangat akrab dan mereka tau aku tidak punya cowok yang ngapelin, jadi mereka suka datang seenaknya saja tanpa telpon bilang mau datang terlebih dahulu.

Jadi pada suatu hari ketika ada sahabat lamaku di SMA yang datang mengunjungiku dari Jakarta sedang main di kostku, salah satu teman KKNku juga datang. Setelah mereka berdua aku kenalkan, dan sedikit berbasa-basi aku terpaksa berbagi perhatian mengajak ngobrol mereka berdua. Kalau tidak salah sahabat SMAku ini iseng-iseng nyanyi sambil gitaran (gitarnya bawa sendiri apa minjem punya temen kostku ya??? Lupa....hehe)

Sepulangnya sahabat SMAku, teman KKNku tanya, " cowok itu lagi gebetin kamu ya? "
Waktu itu aku ketawa geli menanggapi pertanyaannya...." Ya ga lah, dia sahabat baikku waktu di SMA. Dia cinta mati sama sahabatku, dan dia juga sahabat baiknya mantanku yang dulu. Jadi ga mungkinlah ada saling gebet-gebetan diantara kami"
Tapi teman KKNku bilang, " Kamu ini aneh ya....masa sejelas itu kamu ga bisa lihat, aku aja cuma ketemu sekali bisa tau dia punya perasaan sama kamu. Orangnya kayaknya idaman kamu tuh....jago main gitar hehehe...."

Mau tidak mau apa yang dikatakan teman KKNku jadi sempat kepikiran sama aku. Apa iya sahabat SMAku ini suka sama aku? Tapi kalau dilihat dari silsilah sejarah suka-sukaan kami zaman dulu, kayaknya tidak mungkin dia punya rasa begitu sama aku. Lalu aku jadi berpikir, apa aku memberikan sinyal yang salah ya....sehingga dia salah mengartikan keakraban kami sebagai sahabat lama. Aduuuh...aku benar-benar tidak mau jadi orang yang memberikan sinyal keliru sama orang lain tanpa aku sadari, aku sangat tau rasanya menangkap sinyal salah dari seseorang itu menyakitkan....bagaimana mungkin aku juga tega melakukannya? Hal ini tidak pernah aku bahas dengan sahabat SMAku, aku berharap kecurigaan teman KKNku itu keliru....ya...moga saja keliru.

Tanpa bermaksud menghilangkan sejarah, mohon maaf yang terjadi selanjutnya tidak bisa aku ceritakan secara detil karena tokohnya sudah bukan dari kalangan sendiri lagi. Intinya akhirnya aku jadian sama teman KKNku.....walaupun sudah beberapa kali jatuh cinta kali ini aku merasa jatuh cinta yang beda dari yang sebelum-sebelumnya, aku merasa benar-benar jatuh cinta. Tapi aku sudah berjanji pada orang tuaku akan pulang ke kampung halaman setelah menyelesaikan kuliah.....setelah mencoba hubungan long distance akhirnya kami menyerah karena sia-sia rasanya memelihara angan-angan kosong untuk bisa bersama lagi kelak padahal aku harus tinggal di kampung halamanku sementara dia tak mungkin bisa tinggal di kampungku. Aku patah hati teman-teman, pertama kalinya juga aku hancur karena cinta....hiks....( Jadi lebay lagi hahahaha.... )

Membawa hati yang hancur, setelah akhirnya orang tuaku melepas aku merantau ke Jakarta....mulailah babak baru dalam kehidupanku. Baru beberapa bulan aku di Jakarta, di pool bis Jakarta-Kerinci secara tidak sengaja ketemu lagi dengan sahabat SMA yang mengunjungiku di Jogja dulu. Karena belum punya banyak teman di kota yang baru aku jejaki ini, tentu saja bertemu dengan orang yang dikenal jadi terasa sangat menyenangkan. Jadi kami beberapa kali menghabiskan waktu bersama, entah itu sekedar jalan-jalan ke mall atau ngobrol di kostku.

Mungkin aku yang salah....menjadikan dia tempat curhat akibat dari hatiku yang sedang berantakan saat itu. Tapi saat itu aku benar-benar butuh seseorang tempat bercerita dan yang bisa membuatku tertawa lagi. Aku sayang dan sangat peduli dengan semua sahabat-sahabat SMAku, karena memang aku merasa kesetiakawanan sahabat-sahabatku itu tak pernah ada yang menandinginya. Dan karena dia adalah bagian dari sahabat-sahabatku itu, jadi aku merasa sangat nyaman untuk bercerita dan bercengkrama dengannya.

Pernah sekali waktu dia bersekongkol dengan salah satu sahabat SMAku yang lain yang waktu itu juga tinggal di Jakarta, mereka berdua berusaha menjembatani agar aku bisa balik lagi dengan seseorang dari masa laluku di SMA. Tapi aku terpaksa mengecewakan niat baik kedua sahabatku itu, karena saat itu sudah bukan si pria dari masa laluku di SMA itu lagi yang berada di hati dan pikiranku.

Mungkin cuma satu hal yang membuat aku tidak nyaman dengan keakrabanku dengan sahabat SMAku ini. Dia punya 'habit' yang tidak bisa aku tolerir....yaitu suka merangkul. Apa dia yang kelewat moderen atau aku yang kelewat kuno ya...? Aku juga jadi bingung....hehehe. Kalau kami lagi jalan tangannya suka otomatis bertengger di bahuku....aku lirik...ga nyadar....aku geser badanku....eee...malah dia juga geser mendekat....aku bentak.....hmmmm....baru usahaku membuahkan hasil....wkwkwkwkwk....pisss Sobat....
Dari hal inilah aku jadi berpikir....wah jangan-jangan kedekatan kami jadi berkembang kearah perasaan khusus nih. Dan aku sangat tidak bisa mentolerir hal ini terjadi.......karena silsilah masa lalu suka-sukaan kami antar sesama sahabat.

Jadi aku mulai membatasi diri, sebenarnya tidak bermaksud memusuhinya kok....tapi kenapa lalu aku jadi marah trus ga mau negor dia ya? Hahaha...aku juga lupa sebabnya....kalau ga salah cuma karena dia maksa ngajak aku pergi ke sebuah acara di suatu tempat, sementara aku lagi tidak ingin pergi kemana-mana. Alasan sepele, tapi karena waktu itu perasaanku sangat tidak stabil....jadinya kok jadi masalah serius ya......? Hihihi... Padahal aku tidak bermaksud memperpanjang masalah, tapi karena memang sudah sangat lama tidak bertemu dia jadinya kesannya aku marah sama dia jadi berlarut-larut. Padahal hal itu juga sudah sangat lama aku lupakan. Jadi maaf untuk kejadian waktu itu ya Sobat....dan trims sudah pernah menjadi salah satu sahabat terbaikku.

posted by Nelya

11 January 2012

Exa True Story

Namaku Eka Mahendra. Aku tidak tahu asal muasal kedua orang tuaku memberikan nama itu, kalo kita cerna nama itu mirip nama orang-orang India dalam aliran Hindu. Aku sendiri lahir di Jambi pada tahun 1976 di Puskesmas Putri di depan Lapangan Banteng. Awalnya keluargaku tinggal di mess Jambi, dan kemudian sedikit demi sedikit orang tuaku mulai membangun sebuah rumah di Telanaipura tepatnya di lorong ''CADIKA'' ( dekat pemancar ). Disanalah aku pada masa kecil menghabiskan waktu, sampai detik ini aku belum pernah lagi bertemu dengan teman-teman SD ku dulu disana.

Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara, dan aku pula yang paling bandel/ mada ( itu kata orang tuaku ). Pernah suatu waktu aku secara tidak sengaja membakar semak ilalang di depan rumahku, itu terjadi saat aku main kembang api di siang bolong. Konyolnya aku melemparkan kembang api ke dalam semak ilalang yang sudah kering. Hampir saja beberapa rumah dekatnya terbakar. Karena kelalaianku itu aku dikurung didalam rumah tidak boleh main keluar selama 1 minggu.

Memang kalo aku ingat-ingat masa kecilku, aku jadi tertawa sendiri. Pernah aku dengan teman-teman SD ku tidak masuk ke sekolah hanya untuk mencari bola golf yang masuk ke dalam kolam di sekitar lapangan golf. Padahal kegunaannya tidak ada ? Tapi terlepas itu semua, prestasiku di sekolah tidak jelek. Aku tetap masuk dalam 3 besar saat itu. Pada saat aku kelas 3 SD aku mengikuti orang tuaku pindah ke Kerinci, awalnya aku tidak mau untuk pindah. Aku malah ingin tetap di Jambi karena aku merasa masih ada Makwo ku yang tinggal di Bajubang. Tapi karena desakan akupun akhirnya bersedia untuk pindah.

Akhirnya aku pindah sekolah di Desa Koto Majidin kampung dari ibuku . Pada awalnya aku jadi bahan olokan anak SD di Koto Majidin karena aku masih memakai logat Jambi ''Kau'' ( kalo Bahasa Kerinci ''kau'' untuk perempuan & "mpong" untuk laki-laki ). Selama beberapa bulan aku beradaptasi dengan lingkungan baruku, dan mempelajari bahasa di desaku. Akhirnya aku mulai bisa mengerti dan bisa menggunakan bahasa Koto Majidin.

Selama 3 tahun aku melanjutkan SD di Koto Majidin, dan pada tahun 1989 aku melanjutkan sekolahku ke SMP. Atas saran ortu untuk melanjutkan sekolah diSungai Penuh, awalnya aku ragu apakah aku bisa beradaptasi dgn teman-teman baru yang tidak sama SD nya denganku, dan akupun tahu kalau di Sungai Penuh menggunakan Bahasa Minang, bahasa yang belum aku mengerti. Walaupun kakek dari ayahku orang Bukit Tinggi tapi Bahasa Minang adalah hal baru bagiku. Dengan motivasi kedua orang tuaku akupun berani untuk masuk kedalam lingkungan yang baru ini .

Pertama masuk sekolah di SMPN 2 aku mendapatkan kelas di 1F, dan tak disangka pada pertemuan pertama aku diajukan oleh teman-teman kelas ku untuk menjadi ketua kelas. Dan akupun menerima usulan dari teman-temanku, di kelas 1 F pula aku mendapatkan teman yang sampai saat ini seperti saudara bagiku dan dari mereka pula aku bisa mengerti dan membawakan Bahasa Minang. Kedua teman kelasku itu tidak pernah malu untuk main ataupun menginap di rumahku, mereka adalah si gapuak & si kuruih ( Rivi & Edwin ). Mereka berdua memang sahabat sejati bagiku. Banyak sekali kenanganku bersama mereka, baik di kelas maupun saat bersama di luar sekolah. Teman-teman di kelasku sering sekali mengintip ke kelas sebelahnya (1E) yang saat itu menjadi primadona, dia adalah mayoret Drum Band SMP ku.

Selanjutnya aku naik kelas 2 dan mendapat kelas di kelas 2B, disini aku mendapatkan teman baru dan salah satunya yang menjadi ketua kelasku yang boco......! Dia adalah Adharismanto. Di kelas 2B ini aku diangkat sebagai wakil ketua kelas. Macam-macam keisengan dari teman-temanku di kelas 2B ini. Banyak kejadian unik selama di kelas 2 ini, salah satunya adalah kegemaran teman-teman yang lokalnya di lantai bawah untuk mengintip 'sebeng' saat siswi yang kelasnya di lantai dua mau naik atau turun tangga.

Singkatnya aku naik ke kelas 3 dan aku mendapat kelas di lokal 3B, dan lagi-lagi aku kembali didaulat untuk menjadi ketua kelas. Kelas ini banyak juga kenangan-kenangannya, tapi di kelas 3B ini para siswinya yang rada-rada preman. Pernah aku sebagai ketua kelas membantu teman-teman wanita cabut dari sekolah dengan melempar tas teman-teman keluar tembok. Karena kelas 3 di lantai 2 jadi dengan mudah melemparnya keluar..................? Namun sayangnya aku sudah lupa teman-teman cewek di kelas 3B ini. (Tolong yang merasa pernah jadi anak buahku di kls 3B SMP 2)

Pada tahun 1992 aku akan melanjutkan sekolahku ke SMA, setelah selesai di bangku SMPN 2 Sungai Penuh. Dan akhirnya aku dapat di terima di SMANSA dan mendapatkan ruang di kelas 1E. Awalnya aku menyangka bahwa kelas ini adalah untuk siswa yang nilainya rendah/ anak-anak yang IQ nya jongkok (termasuk aku) wkwkwk.Tapi dengan berjalannya waktu anggapanku tersebut tidak sepenuhnya benar, teman-teman yang ada dikelas 1E ini ternyata adalah anak-anak yang sangat kreatif dan kompak. Emang sich kalo tentang face nya rata-rata ancur, termasuk sang ketua kelas.......wkwkwk.

Tapi yang membuatku salut adalah kebersamaan siswa di kelas ini sangat kuat, mungkin disinilah aku pertama kali belajar tentang kebersamaan. Memang kelas 1E ini ku akui sangat kompak, bayangkan baca stensil bareng, cabut bareng, sampe-sampe di gampar wali kelas ( P Khairul ) bareng bareng hehehehehe........... (Gw ga ikutan, gw kan masih kuper).

Dan disitu pula aku mulai merasakan suka pada seorang siswi di SMANSA. Namun siswi tersebut ada di kelas yang berbeda denganku. Walau aku mempunyai rasa suka padanya namun tidak kutampakkan pada teman-teman di kelas 1E ini, karena aku perhatikan di kelas 1E ini selalu heboh apabila tu cewek melintas di depan kelas. Selama berada di kelas 1E ini aku hanya bisa memendam perasaan karena untuk mendekati bidadari ini (pada waktu itu) adalah hal yang mustahil......wkwkwk.

Singkat cerita .......... akupun mulai mencari cara
untuk mendekati siswi itu. Hal itu memang amat sulit karena sebelumnya kami berasal dari SMP yang berbeda.

Setelah menamatkan sekolahku di SMANSA aku berniat melanjutkan ke AKABRI. Memang dari dulu aku sudah bercita-cita menjadi seorang tentara. Namun semua itu gagal ku gapai. Mungkin memang sudah takdirku tidak bisa menjadi militer. Untuk mengobati kekecewaanku, kedua orang tuaku memberi kesempaatan padaku untuk berlibur ke pulau sebrang tepatnya ke Jakarta.

Selama aku berlibur di Jakarta pikiranku/ asaku tetap ada di Kerinci, teman-teman mungkin tahu kenapa......? Ya tepat......karena hatiku masih berada di seorang wanita yang tertinggal di Kerinci. Namun tak disangka,
ternyata kedua orang tuaku mempunyai keinginan lain yaitu mereka ingin aku melanjutkan kuliah di Jakarta. Mulanya aku menolak keinginan orang tuaku, karena aku takut tidak akan bertemu "dia" lagi. Tapi setelah mendengar penjelasan kedua orang tuaku, aku memahami bahwa mereka ingin aku bisa merantau dan bisa mengerti dengan arti perjuangan hidup jauh di rantau.

Singkat cerita aku masuk kuliah di sebuah PTS di Jaksel. Dan inilah babak baru dalam alur cerita kehidupanku. Selama kuliah di sana aku tidak pernah punya keinginan untuk bisa mendapatkan wanita lain selain dia ! Dan untuk mengisi kekosongan hari-hariku, aku memilih untuk ikut dalam salah satu organisasi yaitu MAPALA di kampusku. Di MAPALA aku memilih divisi rock climbing. Hubunganku dengan DIA yang berada di Kerinci tidak pernah putus, karena aku selalu menyisihkan belanja bulananku untuk bisa interlokal ke Kerinci. Kalau untuk makan kita-kita di MAPALA sudah kebiasaan survival.

Setelah menjadi anggota MAPALA aku yang saat itu sebagai AM (anggota muda) diharuskan untuk melakukan ekspedisi untuk menjadi anggota penuh. Maka aku dan angkatan satu divisi (RC) berniat untuk ekspedisi di tebing Rungking di daerah Kerawang. Lalu untuk latihannya kami ambil tebing Citatah (Padalarang). Disinilah akan terjadi perubahan besar dalam diriku. Pada saat kami latihan, aku yang menjadi leader ingin membuat rute baru, karena rute biasa telah pernah kami taklukkan dengan tinggi 120 m. Adapun rute yang kami plot menurut kami sudah benar, tapi inilah awal bencana itu. Ternyata jalur yang kami plot itu adalah jalur yg rapuh (itu baru kuketahui dikemudian hari), jalur tersebut penuh dengan poin-poin yang terbuat dari batu rapuh (batu kapur). Singkat cerita pada pemanjatan pertama dengan aku sebagai leader, akupun terjatuh pada ketinggian +- 15 m dan terguling ke bawah tanah miring sekitar 15 m. Karena pada saat terjatuh di tebing kepalaku terbentur batu tebing maka akupun tidak sadar diri sesampainya di dasar.

Aku dilarikan ke rmh sakit, akupun di rawat di RS Hasan Sadikin Bandung selama +- 2 bln karena mengalami koma. Pertama kali orang tuaku mendengar bahwa aku kecelakaan mereka sangat marah, namun setelah mereka melihat begitu kuatnya ikatan kekeluargaan kami di MAPALA mereka (ortu) menjadi sangat salut kepada saudara-saudaraku di MAPALA. Karena saudara-saudaraku di organisasi selalu membantu menjagaku, mereka mendirikan tenda di halaman Rumah Sakit. Saudaraku dari GIRIGAHANA (mapalaku) selalu bertukar shift setiap 2 hari sekali, bergiliran menjagaku. Biarpun mereka datang jauh-jauh dari Jakarta, tapi di dekat ruanganku selalu ramai oleh saudara-saudaraku yang kadang-kadang bertingkah konyol.

Setelah di SMANSA aku mengenal arti persahabatan, maka disinilah aku menemukan lagi hal-hal seperti itu. Singkat cerita akupun diberi cuti selama 1 tahun dari kampusku. Sepulangnya aku dari Rumah Sakit yang ada dalam pikiranku hanya satu hal, yaitu aku ingin bertemu dia, aku selalu berteriak jika tiba-tiba aku ingat padanya. Dan sesampainya aku di Kerinci, kedua ortuku berusaha menghadirkan dia utk menemuiku. Dan rupanya mereka berhasil mengajak gadis itu untuk menemuiku. Rasa hatiku saat dia menjengukku sangat bahagia sekalee......hehehehe
Namun teman-teman, tahu ga itu adalah pertemuan yang terakhir bagiku dengannya.

Ceritanya begene.....pada tahun 1997 akhir masa cutiku sudah habis dan aku harus masuk kembali ke kampus. Dan dengan berat hati akupun berangkat kembali ke Jakarta, dan sesampainya di Jakarta akupun mulai aktif di perkuliahan lagi. Dan pada bulan Maret 1998 akupun berniat interlokal pada saat hari ulang tahunnya (29 March). Namun pada bulan itu aku mendapat interlokal dari ortuku bahwa mereka mendapat undangan pernikahan dr DIA yang kalo ga salah pada tgl 22 March. Aku ingat tgl itu karena pada tgl itu memang hatiku merasa tidak enak. Pada hari itu aku menantang teman kampusku dari Fak MARITIM dan aku bonyok dikeroyok anak-anak fakultas itu.Tapi aku pesankan ke ortuku untuk menghadiri resepsi pernikahannya.

Setelah kejadian itu akupun beralih ke gerakan yang lagi hot pada waktu itu (REFORMASI). Motivasiku saat itu adalah kekecewaan hatiku. . Aku merasa di khianati, aku merasa dipermainkan oleh perhatiannya padaku...
Tapi itulah kehidupan kadang diatas angin kadang kebawa angin.

Pada tahun 1998 adalah suatu masa perpecahan dan kehancuran suatu rezim. Namun di satu sisi di tahun itu pula pecahnya cintaku dan hancurnya harapanku, hehehehe. Akupun mulai mengintrospeksi diri, aku berpikir apakah yang aku lakukan selama ini (menunggu cintanya) adalah suatu kebenaran ? Akhirnya aku dapat memahami bahwa dia adalah bukan jodohku. Dan aku mengambil kata orang pintar cinta tak harus memiliki.

Namun setelah aku mengalami cobaan yg begitu berat ini, (hilangnya cintaku & kecelakaan yang terjadi padaku) akupun merasa ada sesuatu yang berbeda dalam diriku.....? Aku merasa sangat plong, merasa diri ini bebas tanpa ada satu tekanan apapun. Aku tidak pernah merasa takut/gentar bila berhadapan dengan wanita ataupun pejabat-pejabat yang pangkatnya tinggi-tinggi. Dan di kampusku akupun dikenal sebagai anaknya rektor. Itu karena kedekatanku dengan rektor waktu itu.

Coba teman-teman bayangkan, pernah suatu hari sekitar jam 8 pagi aku dipanggil ke rektorat, waktu itu aku menginap di sekretariat Mapala. Karena baru bangun tidur masih celana pendek dan pake sandal, dengan santai dan cueknya aku masuk aja ke ruangan rektor tanpa ada orang rektorat yang berani negor, karena seluruh orang rektorat pada tau kalo rektor dan aku kayak bapak ma anak. Akupun sebenarnya juga heran kok aku bisa seperti itu.

Akhirnya aku ikut terjun dalam gerakan mahasiswa pada saat itu, itu aku lakukan karena pada tahun itu aku belum 100% sembuh. Jadi aku belum bisa sepenuhnya ikut di kegiatan alam bebas. Cuma sedikit yang bisa kuikuti seperti ORAD & CAVING (arung jeram dan goa).

Teman-teman/mandan-mandan setelah aku mengalami perubahan dalam hidupku ini, aku merasa ada sedikit yang aku takutkan yaitu aku akan terbawa oleh arus ( hidup di kota man! ). Terus terang semenjak aku ditinggal dia, akupun mulai beranggapan wanita itu sebagai objek kesenangan bukan untuk seterusnya, pernah beberapa kali aku dekat dengan beberapa wanita hanya untuk sekedar iseng saja.

Tapi pandanganku terhadap wanita seperti itu mulai berubah, aku tetap ingin mendapatkan cinta sejati. Singkat cerita aku mencari cinta itu sampai keluar Jakarta. Di Jogja dan di Surabaya akupun mempunyai saudara MAPALA dari kampus UPN. Oh ya teman-teman, disaat aku maen di Jogja akupun sering maen ke Jalan Kaliurang kost-kostan seorang teman wanitaku waktu SMA dulu. Pernah aku ajak dia jalan ke alun-alun Jogja, aku pinjam motor temanku di Mapala UPN Jogja. Pertamanya aku sangat yakin temanku ini tau jalan-jalan di Jogja, kami berangkat kalo ga salah sekitar jam 8 malam dan sampe dialun-alun sekitar jam 9 malam, akhirnya kami isi dengan ngobrol ngalor ngidul. Tapi kuakui pada saat itu aku kok ada perasaan ke temanku ini........Dan saat pulang dari alun-alun kami sampai tidak menemukan jalan untuk pulang, dan baru kusadari ternyata temanku ini udah ga gaul lagi seperti saat di Kerinci.......huahaha50x

Itulah yang terjadi dalam hidupku pada saat itu. Aku juga tidak mengerti mengapa aku mulai menyukai lagi seseorang, dan yang lebih parahnya lagi aku menyukai wanita yang merupakan mantannya sahabatku. Lama aku merenung apakah hal yang pantas jika aku menyukai dia. Tapi kata hati tak bisa di bohongi bahwa aku menyukai dia saat itu. Mulai saat itu pandanganku terhadap wanita mulai berubah kembali, aku menganggap bila wanita yang bisa mnjaga auratnya adalah wanita yang baik untukku. Akupun mulai menyenangi wanita yang berjilbab. Hal ini entah karena hidupku yang urakan, jadi ingin mendapatkan wanita yang bisa untuk menasehatiku.

Terus terang setelah kejadian aku kecewa karena cinta dan kecelakaan, aku menjadi orang yang blak-blakan, dan urakan. Itu mungkin juga karena lingkunganku di kampus. Teman-teman tentu tau sendiri kehidupan anak Mapala bagaimana. Karena back ground seperti itulah aku ga pernah berhasil dalam mendapatkan wanita yang kusenangi.

Teman-teman, sejak aku sembuh dari sakit akibat kecelakaan itu, aku menjadi seorang yang terbuka/blak-blakan. Aku ga pernah tau yang namanya kesedihan, yang aku tau : aku harus senang ( never to lose ). Jadi aku dengan mudahnya ngomong cinta n mudah pula untuk lupa. Jadi kalo dipikir benar juga waktu itu temanku itu ga mau ama gw hehehehehehe.

Waktu aku ketemu lagi dengaan teman yang aku sukai ini saat dia sudah tinggal di Jakarta, pernah aku ngajak jalan-jalan dia ke Monas. Kami naek motor dan saat itu aku bawa motor ngebut. Tau ga dia ngomong apa ?
'' Ka, aden ndak nio mati kini''
Akupun tertawa dan berguman, sapa juga yang mo mati di jalan raya, ntar macet........hahahaha
Oh ya, akupun pernah mengungkapkan perasaanku pada seseorang (teman kita). Tapi emang gw yg sial kok...tetap aja ditolak

Singkat cerita : aku tidak berhasil mendapatkan cinta dari orang yang kusenangi. Sehingga setiap aku mendapatkan kerja selalu aku merasa ga berarti. Dan setiap aku bekerja klo tidak aku yang minta berhenti atau aku kena PHK. Singkat kata pada saat aku nerima panggilan kerja yang kelima aku mendapat kecelakaan sehingga aku dibawa pulang ke kampung halamanku. Dan akhirnya di sinilah akhir dari semua kisahku, aku berhasil menemukan cinta suci dari seorang wanita yang sesuai dengan harapanku sebelumnya, walaupun kami mempunyai rentang usia yang jauh (10thn), namun aku dengan wanita ini mempunyai satu hati, satu cinta dan kini kami telah dikaruniai 2 buah hati, buah cinta kami satu pria dan satu wanita.

THE END

Teman-teman/mandan-mandan itulah ceritaku dalam mencari cinta, yang masuk dalam ceritaku aku harap ga marah. OK?
see U ............cauuuuuuuuuuuuuu!


Song of this Moment : Risalah Hati by DEWA, Pupus by DEWA

posted by Eka Mahendra

My Untold Love Story Part III

Seorang temanku yang bijak berkata, " Dalam kehidupan asmara......pakailah filosofi Tarzan, jangan lepaskan dahan yang satu sebelum mendapatkan dahan yang lain. Karena apabila gagal....terpaksa sang Tarzan berjalan di tanah....."

Masih dalam rangka berbagi kisah yang zaman dulu kuanggap sangat memalukan untuk diceritakan karena ini bisa dibilang kisah 'Rindu Sorang Part 2'ku, dengan tokoh dan setting yang berbeda tentunya. Setting kisah yang akan aku ceritakan berikut ini berlangsung dimulai sekitar pertengahan atau di penghujung tahun 1999.....persisnya aku lupa....tepatnya dimulai sejak aku kehilangan 'dahan' yang entah kenapa sejak dari zaman SMA tidak kunjung aku lepaskan juga. Di belakang hari baru sadar it's stupid thing that I've ever done......kenapa juga harus menghabiskan seluruh masa kuliah cuma dengan menulis dan membaca surat cinta, memangnya aku mau jadi pujangga apa?

Filosofi Tarzan seperti yang aku tulis diawal cerita itu sulit sekali untuk bisa aku terapkan dalam kehidupan asmaraku, so......aku sukses jalan di tanah setelah kehilangan 'dahan' itu. Menyadari diriku berada di tahun-tahun terakhir kuliah.....menjomblo jadi kondisi yang cukup menakutkan....hiiii....gimana kalo ntar gw dijodohin sama mak gw di kampung....aduuuuuh....ngeri juga membayangkannya. Karena waktu itu aku adalah mahasiswi tingkat akhir yang sudah tidak begitu aktif lagi di perkuliahan, temanku ada yang berpendapat kalau kesempatan terakhir dapat gandengan adalah di Perpus.....hihihi....tips yang tidak masuk akal, tapi sempat aku jalanin juga, namun sudah bisa dipastikan....... gagal.

Untuk menghibur diri dari tekanan tugas-tugas kuliah yang acapkali memaksaku melanggar nasehat Rhoma Irama yaitu 'begadang jangan begadang', aku selalu menyempatkan diri menghadiri acara silaturrahmi plus jalan-jalan yang diadakan suatu perkumpulan mahasiswa yang anggotanya teman-teman sekampungku. Awalnya tidak pernah terpikir dan tertarik untuk mencari 'dahan' baru di perkumpulan ini, tapi hmmmm.....ada seorang pemuda yang sering membuat aku ge-er dengan perhatiannya yang kuartikan sedikit special terhadapku....hihihi....mungkin juga ini cuma perasaanku saja waktu itu.

Berawal dari perhatian yang aku tafsirkan sedikit khusus itu, timbullah rasa sedikit khusus pula kepada si pemuda. Pemuda ini cukup mewakili type idamanku....hehe....rada-rada nyeni coz dia memang kuliah di bidang seni, tidak tergolong agresif dan tidak banyak omong kosong. Dulu di kampung halamanku waktu masih SMA, aku tidak sempat kenal dengan pemuda ini, cuma tau nick name nya saja karena dia banyak dikenal orang sehubungan dengan profesi yang dulu digelutinya.

Beberapa kali sang pemuda sempat bertandang ke kostku, tapi karena tempat dia tinggal cukup jauh jaraknya dengan kostku, kedatangannya tak sesering yang aku harapkan. Berawal dari ngobrol-ngobrol akhirnya jadi curhat-curhat (tepatnya dia yang curhat hehe...). Naaah.....berawal dari curhat inilah aku kehilangan semangat dan harapan dia bisa menjadi 'dahan' baruku. Ternyata dia juga pejuang sejati.....dan gadis idamannya yang hanya bisa dia idolakan dalam hati itu dulu kakak kelasku di SMA yang cantik dan menarik. Hiks....hiks....kok story nya mirip banget dengan 'Rindu Sorang Part 1' ku waktu SMA ya? Apa memang type seperti ini yang sebenarnya aku sukai......? Tapi justru type seperti inilah yang tak tergapai olehku hiks.....

Jadi......lagi-lagi karena tidak pede menyaingi gadis idaman hatinya itu, aku memutuskan untuk menghilangkan si pemuda dari pikiranku. Sayangnya lagu Dewa 19 yang syairnya kira-kira begini......"aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta kepadaku, beri sedikit waktu......biar cinta datang karena telah terbiasa......." belum dirilis waktu itu, coba kalau sudah dirilis pasti bisa memberi motivasi dan inspirasi untukku dalam melanjutkan misiku menjadikannya sebagai 'dahan' baruku hehehe.....

Begitulah teman-teman, sepenggal kisah yang dulu kusimpan rapat-rapat karena kuanggap sangat memalukan untuk diceritakan ini sekarang aku bagi pada kalian. Karena sekarang kisah ini buatku sudah tidak terasa memalukan lagi, tapi justru lucu apabila aku ingat kembali. Karena masa lalu memang kadang-kadang asyik untuk ditertawakan, karena sekali lagi aku katakan karena hal itu sudah tidak ada pengaruhnya lagi buatku di masa sekarang. Semoga kisahku ini bisa menjadi inspirasi buat teman-teman yang lain yang belum berani bercerita tentang masa lalunya........


Song of this Moment : Sway by Big Runga

posted by Nelya

02 January 2012

Mengenang Perjalananku Menemukan Cinta

Eh anak baru siapo namonyo? Nio ngumpua LKS kan? Titip yo”!!! Itulah awal ceritanya….

Ketika itu saya duduk di bangku SMP di SMP 2. Sama seperti teman lainnya masuknya siswa baru di kelas kami pasti membuat penasaran, siapa namanya? Pindahan dari mana? Kenapa dia pindah? dan pertanyaan itu juga muncul di benakku. Kapan pastinya si anak baru masuk ke kelas kami, saya tidak tahu, karena waktu itu saya ikut JambRan bersama Dewi Rika Susanti, Emilda Krisanti, Sanora Yuder, Sas Mita, Yanti Muswita, si AM, si GATA-1, Alm Nine, Alfa Izin, Yose dan beberapa teman lainnya.

Sekian hari ikut kepramukaan, ditambah sekian hari sakit membuat saya kangen dengan teman-teman di kelas, sehingga ketika hari pertama masuk kelas langsung heboh, dan ada teman yang nyeletuk “Moon ada anak baru d kelas kita, lumayan enak dilihat” katanya, itu mambuat saya jadi penasaran…. Pucuk dicinta ulam pun tiba…. Tengtereeeeeeeng……. Ups .. anak baru masuk…. Memang agak manis….. tapi kok nggak rapi amat ya… baju separo dluar… rambut agak kusut (kayak bangun tidur aja dan jangan-jangan belum mandi ….. he… maaf ya….) itulah penampakan awalnya. Dan yang paling nyentriknya lagi si anak baru punya hobby datang terlambat, makanya jadi perhatian teman-teman. Kemudian kami belajar dan mengerjakan soal yang diberikan bu guru, ketika mengumpulkan tugas, saya belakangan dan kebetulan si anak baru juga mau mengumpulkan tugasnya jadi saya nitip sambil manggil.. ee…ee….ee.. “Eh anak baru siapo namonyo? Nio ngumpua LKS kan? Titip yo”, setelah memberikan LKS tersebut saya pun berlalu.

Waktu terus berjalan hingga musim ulangan tiba, biasanya nilai ulangan saya bagus , tapi kali ini saya seperti kena tampar… plak!!! Ketika diumumkan nilai MTK saya no. 2 dan no.1 nya dipegang oleh si anak baru….. kok bisa? Tidak percaya tapi itulah adanya… dan beberapa kali ulangan lainnya pun posisi nilai kami seperti itu, ini sangat membuat saya kesal, buku sekolah sama, LKS sama, gurunya sama, dan saya belajar “tunggang tunggik” untuk ngalahin nilai MTKnya tetap tidak bisa, akhirnya…. saya dan beberapa orang teman diam-diam membongkar tasnya ketika dia keluar di jam istirahat (ondeh!!! tabukak rahasio wak), oooo ternyata dia pakai buku ini….. kutemukan resep rahasianya, dan saya pun membeli buku yang sama, akhirnya…. hehehehe…. nilai saya kembali ke posisi aman… Yess!

Waktu berjalan lagi, kami GoRo dikelas, saya minta bantuannya, supaya saya tidak perlu lagi mencari satang (he….. maaf lagi ya), tapi tiba-tiba saja temannya nyeletuk “ si Moon maimbau nyo se dari tadi mah, si Moon naksir inyo yo… ndak buliah do… nyolah punyo pacar, pacarnyo kawan den”, Astagfirullah Haladziiiiiiiim, judes bana paja ko” pikir saya saat itu, sehingga saya jadi IL FEEL sekaligus pada kedua makhluk tersebut. Tapi anehnya tidak berapa lama kemudian gossip beredar di kelas “ada sesuatu” antara saya dan anak baru. Dan sampai dikelas 3 SMP sepertinya memang ada sesuatu yang tersirat.

Tiba saatnya di SMA kami diterima di sekolah yang sama, di kelas yang berbeda “sesuatu” itu terus berlanjut tanpa ada yang berani mengungkapkannya (mudah-mudahan ini bukan perasaan saya saja, karena saya dapat bocoran dari temannya, dan juga dari sikapnya). Ketemu… saling sapa… senyum… pulang bareng disertai beberapa teman yang satu arah, jajan di bakso sitok, kabar beredar mengenai “sesuatu” diantara kami tetap berkibar, tapi tetap saja tidak ada penegasan, ini yang membuat saya lelah sedangkan di dalam masa yang sama, saya sudah beberapa kali ditanyai – disurati – didatangi kakak kelas dari SMA PGRI yang menggunakan kelas yang sama (namanya saya lupa), kak U kelas 3 fisika, Kak I dari 3 saya lupa kelasnya (memori : Moon pinjam kakak buku ini dan itu ya, buat persiapan menyambut ujian), kak R dari 2 biologi (memori :” kakak nggak apa-apa diduakan asal Imoon mau dengan kakak” wow….. ehm), kak I dari kls 3 SMA 4 yang hampir tiap pagi berdiri di depan kelasnya (makasih kak senyumnya manis bangeeeet), bahkan kak Y dari kls 2 fis yang saya baru tahu sampai saya kuliah di Bogor.

Tapi entah mengapa nyanyian “Tak Bisa Ke Lain Hati” itu beredar disekitar saya, hingga pada suatu hari teman menyampaikan pesan darinya… “Moon, katanya pulang nanti barengan, dia minta tunggu, karena dia mau pergi bentar”.. Oh my God!!! Entahlah perasaanku saat itu, Bahagia, deg..degan… takut, campur aduk jadi rujak, Akhirnya!!!! Iya… dengan perasaan nano nano saya menunggu, pulang belakangan, tapi dia belum juga muncul hingga saya putuskan untuk pulang dan ee….. ketemu di gerbang sekolah, kami berpapasan dan dia melihat dalam diamnya.. (pandangannya membuat saya seperti disiram batu es… brrrrr) karena perasaan saya yang sudah tidak karuan saya terus saja berjalan menuju pulang. Sampai akhirnya kami benar-benar ketemu dan dia menyampaikan perasaannya. Beberapa hari kemudian saya menjawab pertanyaannya dalam bentuk surat yang juga diselipkan di buku (he…. tradisi kayaknya) tapi entah saya yang salah tulis, entah dia yang salah pengertian eeeee kami malah bubar padahal saya memang menyukainya dan kalau diajak back street pun “Aku Rela – kata Shanta Hoqi” (ondeeeeh, jan lah pindah predikat gata tu ka awak hiks..hiks).

Setelah itu kami seperti dua orang aneh. saya bisa bercanda bebas dengan temen cowok lainnya diapun bergurau dan banyak ngomong dengan temen cewek lainnya tapi dengan saya, hmmmmmm coooooooool abis, kalau nggak keselek nggak keluar tu suara (maaf….sekali lagi….). Sampai akhirnya saya mendapat kabar kalau dia jalan denga adik kelas, bubar, ganti lagi dengan adik kelas lain yang sahabatan dengan adikku, yang bener-bener nggak punya perasaan… dia ngincar adek kelas pakai motor ku….. Huuuuahahahaha…. Parah abis!!!
Lama berselang diakhir kelas tiga aku mendapat bocoran dari temanku kalau temanku yang lain, si D ada feeling dengan ku. Dan benar, aku mendapat surat berwarna PINK darinya….. terima kasih ya D… kamu teman baikku…. Benar-benar teman baikku.

Aku melanjutkan pendidikanku di IPB, banyak alumni SMANSA di sini, dan disini lah aku baru bisa memastikan ternyata Kak Y memang ada rasa dengan ku, juga kak B, yang dikerinci tantenya adalah tetanggaku dan pernah datang ke rumah ku untuk ngungkapin perasaannya tapi nggak jadi (Nyo cowok pamalu), tapi sepertinya aku lebih menyukai Kak D karena dia orangnya asik dan tidak menampakkan rasanya dengan cara yang berlebih. Pada saat libur lebaran kak D datang kerumahku dengan temannya sambil bergurau temannya nyeletuk “Moon si D lagi sakit ni, tapi dia ngotot aja mau kesini, boleh nggak Moon dia tinggal disini… sambil tersenyum kak D melihat ke arah saya, lama ngobrol sampai Kak D ngomong, “Moon kan baru kuliahnya, nanti aja pakai jilbabnya cari kerjaan dulu setelah mantap baru pakai jilbab”, dan saya menjawab “saya ingin memulai dari sekarang kak, dan ada alasannya yang tidak mungkin saya ceritakan ke Kak D dan temannya, dan sepertinya itulah kata kunci dari silaturahmi ini.

Beberapa waktu kemudian hubunganku dan si anak baru tadi kembali terjalin, jarak yang jauh hanya mempertemukan kami di telpon, libur semester saya pulang, berharap bertemu dengannya. Tapi di Kerinci saya bertemu teman yang tanpa sengaja mengucapkan “saya kemaren bertemu dengan si anak baru lho, pacarnya anak dari jurusan itu ….Tengngngng…. antara percaya dengan tidak saya pulang ke rumah, sampai di rumah saya dipanggil orang tua dan orang tua saya bilang “Moon, kami mendengar Moon berhubungan dengan si anak baru,…. dan itu dimulai sejak SMA, kami tidak menyangka selama ini kami dibohongi, dan Moon, dia seumur dengan Imoon, kalau mau cari yang serius carilah seseorang yang lebih dewasa yang benar-benar bisa membimbing dan mau memahami sifat dan karakter Imoon. Moon, kemaren ada keluarga kita yang menanyakan Imoon dan dia bekerja di Jakarta, nanti sepulang dari Kerinci dia yang akan jemput Imoon, dia orangnya baik dan santun, dan kami yakin dia tidak akan pernah menyakiti Imoon”. Entah mengapa ucapan ortuku memberiku keyakinan kalau si anak baru benar-benar mempermainkan kepercayaanku. Dan besoknya si anak baru datang kerumah, menyelesaikan hubungan kami dengan alasan …………… Kemudian saya pulang ke Jakarta, dan langsung kabur ke Bogor tanpa tahu kalau orang yang dipesankan orang tua saya sedang menunggu di bandara dalam keadaan cemas karena dapat kabar ada pesawat yang jatuh yang no penerbangannya adalah pesawat yang saya tumpangi.

Lanjut cerita apa yang saya temui memang benar, orang yang dipesankan ortu saya memang sangat sabar menghadapi sifat saya yang tidak sabaran, keras dan gampang meledak, setahun berjalan kami bertunangan.
Pada suatu siang yang cerah datang ke kosan ku seseorang dengan seragam lengkap TNI nya. Rupanya dia kak I yang dari SMA 4 dulu. Kami ngobrol sampai pada
Kak I : Dek, kakak datang kesini bermaksud untuk membina hubungan baik
dengan adek, kakak ingin serius, dari dulu kakak menunggu waktu ini.
Saya : Kakak ini bergurau, saya kuliah kak dan masih baru (saya cemas karena
sebentar lagi tunangan saya datang)
Kak I : Untuk hal ini kakak nggak bergurau dek, kakak percaya dengan adek,
kakak juga sudah punya penghasilan, sekarang kakak bertugas di
Bandung, Bandung Bogor dekat, dan kakak siap untuk itu.
Saya : Saya sudah bertunangan kak, itu nggak mungkin.
Kak I : Kakak nggak percaya kalau adek sudah bertunangan, dan kalaupun iya
sebelum janur melingkar itu belum berarti apa-apa!

Wow kereeen itu baru mantap pikirku, bukan mantap karena pekerjaanya tapi lebih pada keberanian dan ketegasannya bersikap. Trimakasih ya kak, atas kepercayaannya. Tapi ya seperi kata saya tadi, saya telah bertunangan. Dan memang akhirnya saya menikah dengan tunangan saya yang adalah titipan orang tua saya, kami pun hidup berbahagia dan sekarang saya telah dianugerahi sepasang putra dan putri. Alhamdulillah…..

Teman, itulah tadi cerita indah yang pernah saya lalui. Rasa suka yang manusiawi itu tidak akan dibatasi oleh anak siapa dia, cantik atau tidakkah dia, terkenal atau tidak dia, dan kaya atau miskinkah dia. Rasa suka akan datang kepada siapa saja tanpa mengenal waktu, dan itu timbul dari naluri yang tidak bisa kita prediksi kedatangannya.
Dan hal yang paling indah menurut saya adalah saat dimana saya menikmati masa SMA saya bersama teman-teman.


posted by Moonlaighis Nellya

Kisahku di Masa SMA

Ketika masih bersekolah di SMP 1 aku merasa aku bukanlah seseorang yang istimewa, aku seperti anak kebanyakan, boleh dibilang aku termasuk anak yang kuper, karena itu aku yakin pasti banyak teman-teman yang tidak mengenal aku. Di SMP ini aku mulai menyukai seseorang, sebut saja 'A' dia anak pindahan. Awal kedekatan kami bermula dari dia meminjam buku catatanku, lalu kami jadi sering ngobrol berbagi cerita.....terkadang juga pulang bersama.......begitu indah.

Hingga suatu ketika dia menanyakan tentang keadaan kakekku, aku jadi heran dari mana dia tau tentang sakit yang diderita kakekku, sungguh suatu perhatian yg membuatku semakin menyukainya. Tapi ...kenapa dia lalu jadi berubah, tidak lagi seperti yang kukenal, seolah-olah dia mulai menjauhiku. Kami memang tidak pernah menyatakan suka satu sama lain(kalo anak jaman sekarang sih bilangnya HTS). Akhirnya aku mengetahui yang sebenarnya, ternyataaaaaa.... dia adalah om ku sendiri, nenekku adalah kakak kandung dari ayahnya. OMG...... aku tau itu ketika aku bertemu dengan ayahnya, yang bilang kalau anaknya juga satu sekolah denganku. Kesalahfahaman itu terjadi dikarenakan nama panggilan dia dirumah beda dengan nama aslinya. Hal itu lalu aku tanyakan padanya, dan dia yach.... sepertinya lebih baik kita saling menjaga perasaan masing-masing, seperti yang Bu Admin bilang untuk melupakan seseorang kita harus mencari orang lain....... wkwkwkwk.

Hingga akhirnya aku berkenalan dengan 'M' awalnya biasa saja kita saling bercerita, trus sering ketemu tanpa sengaja. Pada masa pedekate itu aku dengar dia dekat dengan seorang gadis 'S' hal itu kuketahui dari temannya. Karena hal itu aku mencoba menghindar dari 'M'. Namun karena dia orangnya baik dan enak diajak ngobrol, kami jadi makin dekat. Sampai akhirnya ketika aku masuk SMA kamipun jadian.....tapi sebelumnya aku sudah meminta kepastian darinya kalau aku tidak merebut dia dari siapa pun juga, karena aku tidak mau menjadi perebut pacar orang.

Aku type setia, jadi aku tidak pernah mencoba menyukai teman-teman seangkatanku yang guanteng guantenggggg, sampai akhirnya 'M' juga satu sekolah denganku. Di kelas 2 SMA, dibawah bimbingan Ibu Karmasih nilaiku mulai anjlok, dan beliau menyalahkan kondisi ini terjadi karena hubunganku dengan 'M'. Padahal kalau mau jujur semua itu karena aku mulai malas mengerjakan soal-soal latihan karena tidak pernah di ponten lagi seperti di waktu SMP dulu. Aku cuek dengan semua wejangan beliau, sampai beliau memberitahu ortu quuuu... Sejak saat itulah aku dan 'M' mulai backstreet, karena ortuku tidak merestui lagi hubungan kami.

Waktu pada suatu kesempatan aku dan teman-temanku jalan-jalan ke Danau, aku mengalami sesuatu hal yg merubah hidupku. Aku tenggelam di Danau, karena ingin menolong teman yang lagi berenang (kalau tidak salah Nelya, Cici dan Rabiah). Aku berusaha sekuat tenaga untuk muncul kepermukaan, tapi sepertinya ada yang menarik kaki kananku, setelah kehabisan tenaga aku pasrah, aku sudah mengucapkan dua kalimat sahadat dan memohon kebaikan untuk diriku. Pada saat tersadar aku merasakan pedih di pipiku, ternyata aku diselamatkan oleh seorang pangeran yaitu 'A'. Seperti di sinetron, itu komen yang kudengar dari teman-teman pada saat dia menggendong aku keluar dari Danau. Ya ALLAH, terima kasih telah menyelamatkan aku.

Cerita ini kusimpan dari ortuku. Aku mulai berpikir untuk membahagiakan ortuku dengan mengikuti semua nasehat mereka. Pada saat itu aku juga teringat tentang pertolongan ALLAH yang lain padaku. Suatu ketika saat aku ingin ke pasar aku di tegur oleh seorang pria yg menanyakan alamat padaku. Yang kuingat aku hanya menjawab pertanyaannya, aku tidak sadar apakah aku ditarik atau mengikuti dia begitu saja ke area sekolah di dekat rumahku, yang bisa kuingat hanya mendengar teriakan dan ejekan anak- anak kecil.....lalu aku lariiii tanpa berani lagi menoleh kebelakang.

Aku merenungi semua kejadian itu, hingga akhirnya aku memutuskan untuk membahagiakan orang tuaku dengan mengikuti semua keinginan mereka, termasuk harus berpisah dari 'M'. Aku bingung bagaimana harus mengatakan itu padanya, aku hanya bisa menghindar, menghindar dan selalu mencari alasan untuk menjauhinya...... tiada kata putus untuknya yang keluar dari mulutku...... jujur sampe sekarang qu masih menyimpan rasa bersalah itu,,,, hikshiks.....


posted by Silvia Yunita